Cerita Sebelum Tidur dan Apak

“Kau dulu tidak pernah bercerita masalahmu apa. Kau tidak pernah terbuka,” kata Ibu. “Masalahnya, di kampus aku tidak punya kawan dekat. Hanya dua orang yang mau berkawan denganku. Seorang bernama Riky,…

“Kau dulu tidak pernah bercerita masalahmu apa. Kau tidak pernah terbuka,” kata Ibu. “Masalahnya, di kampus aku tidak punya kawan dekat. Hanya dua orang yang mau berkawan denganku. Seorang bernama Riky,…

Pada pagi yang belum sepenuhnya merekah, seperti biasanya Bandi telah siap dengan peralatan yang melekat di tubuh cekingnya yang nantinya akan menunjang pencahariannya sebagai seorang petani hari itu. Dia mulai melangkah…

Seperti anjuran minum obat saja. Dalam sehari, berarti ia sudah bertemu dengan perempuan itu sebanyak tiga kali. Sekali, sewaktu dalam perjalanan menuju festival musik; sekali, di depan panggung yang letaknya hanya…

Perasaan Ibnu bercampur aduk—antara rasa girang juga penasaran. Sejak dinyatakan lulus seleksi beberapa waktu lalu, ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di kampus. Turun dari angkot, ia menyeberangi jalan dengan langkah…

Aku sering melihat fenomena aneh dari Tuan. Dia adalah penguasa tertinggi di republik ini, seorang dewa yang arbitrer, yang kehadirannya adalah hukum itu sendiri. Dia akan keluar dari Rumah Besar, biasanya…

Di puncak bubungan, langkahnya mengendap-endap. Ujung ekornya bergerak-gerak. Tiga jengkal ke depan, ia menggeram. Otot laringnya turun-naik. Mata buduknya mengeker. Kucing hitam itu menyambar. Pupu terkesiap di bangku kayunya. Hampir terjengkang.…

Hari ini kuputuskan pulang ke rumah. Bukan rindu pada Bapak. Aku rindu pada kamar mandi yang berukuran sepetak di ujung rumah. Aku rindu sekali padanya. Kakiku tiba di muka rumah. Bapak…

Ini tanggal lima, bulan lima, tahun kelima, kisah tentang Kurahashi yang tak sengaja mencoret baju seorang mahasiswi tertinggal jauh di belakang. Namun, setiap kali menunggu busway di Halte Ampera, memori tentang…

Bilah-bilah papan disusun rapat. Tanah merah diuruk perlahan dengan cangkul. Jengkal demi jengkal, tanah gembur semakin padat. Menelan jasad sekaligus memeluk erat di kedalaman. Di atasnya, selusin tangis memekik sendu. Semua…