Tak mudah menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan. Di dalam masyarakat yang patriarkat ini, banyak tuntutan yang seharusnya dilakukan oleh perempuan. Berpenampilan sebagai seorang perempuan pun diatur sedemikian rupa. Menjalani kehidupan dengan rasa kekhawatiran turut menjadi makanan sehari-hari. Tak henti-hentinya media mengabarkan soal kekerasan seksual.
Han Kang, menggambarkan secara mendalam bagaimana kompleksitas kehidupan sebagai seorang perempuan. Dia mengisahkannya dalam Vegetarian. Selintas, mungkin kita akan berpikir kalau novel ini akan banyak menceritakan pengalaman seseorang sebagai vegetarian. Namun kenyataannya, penulis menawarkan pada kita lebih dari itu.
Seorang perempuan bernama Yong Hye menjalani kehidupannya sebagai seorang vegetarian belum lama. Dia menjadi vegetarian karena mimpi buruk yang terus menghampirinya. Bongkahan daging dan darah yang berlumuran membangunkannya dari tidur. Dia lalu bergegas menuju dapur.
Sesampainya di depan kulkas, dia memberantas seluruh daging yang ada. Daging sapi juga daging babi, semua dibuangnya. Tak ada daging yang tersisa sedikit pun. Kesibukannya membuang daging ke dalam kantong plastik pun membuat suaminya bangun dari tidur.
Cantik itu Butuh Pengorbanan
Layaknya seorang ibu rumah tangga, Yong Hye melakukan seluruh aktivitas domestik. Tak terkecuali memasak. Namun, rumah tangga Yong Hye goyah sejak dia menjadi vegetarian. Sejak saat itu, hidangan yang ada di atas meja tak ada yang mengandung daging. Ini lantas menyulut emosi suaminya.
Dia tak bisa memahami mimpi yang diceritakan Yong Hye. Alih-alih mempertanyakan lebih jauh dan memahami kondisinya, hal ini justru menjadi malapetaka bagi dirinya sendiri. Tanpa pikir panjang suaminya mengadukan perilaku itu kepada mertuanya lewat telepon. Yong Hye yang memang pendiam hanya termenung mendengar celotehan ibunya.
Yong Hye bersama suaminya mengunjungi kedua orangtuanya. Mereka makan malam bersama Kim In Hye, kakak perempuan, dan suaminya. Makan malam yang semulanya hangat itu berakhir pilu. Yong Hye dipaksa ayah dan ibunya untuk makan hidangan daging. Saat itu, dia terus menolak perminta an tersebut.
Tak sabar menghadapi anak bungsunya, tangan ayah yang sejak dulu temperamen itu tanpa diduga hinggap di pipi Yong Hye. Darah mengalir di pipinya. Emosi ayahnya semakin meledak. Dia terus dipaksa untuk membuka mulutnya. Demikian pun tamparan dari ayahnya yang kembali terulang.
Lantas daging asam manis berhasil masuk paksa ke dalam mulutnya. Genggaman kakaknya lepas karena terkejut melihat ayahnya. Segera, Yong Hye melepaskan diri dari cengkeraman mereka. Dia memuntahkan daging itu. Jeritannya melengking seraya lari ke pintu utama dan kembali dengan membawa pisau. Dia lalu mengacungkannya. Darah mencur bercucuran dari tangannya. Di hadapan mereka, dia melukai tangannya sendiri.
Sejak saat itu, kondisinya semakin parah. Yong Hye bahkan enggan makan apa pun sampai sang suami menceraikannya. Bukan hanya karena masalah dia menjadi vegetarian, tapi karena dia tak lagi memiliki ketertarikan seks dengan suaminya sendiri.
Seperti perempuan pada umumnya, Yong Hye berusaha menjaga tubuhnya tetap ideal. Tentu, ini adalah salah satu bentuk standar kecantikan yang kita temui sebagai perempuan. Bahwa cantik itu memiliki tubuh yang langsing. Terlebih lagi jika memiliki perawakan yang pendek seperti Yong Hye.
Jalan yang ditempuh Yong Hye tidak mudah hingga membuatnya mengidap anoreksia, sebuah gangguan makan yang dialami oleh seseorang. Orang yang mengidap anoreksia biasanya memiliki ketakutan terhadap kenaikan berat badan. Bahkan sekalipun mereka sudah kurus, mereka akan tetap merasa jika tubuhnya masih gemuk.
Tentu saja, penderita anoreksia mayoritas perempuan. Ester Lianawati dalam bukunya Ada Serigala Betina dalam Diri Perempuan mengatakan bahwa perempuan lebih banyak mengalami gangguan psikologis dibandingkan lelaki. Dan anorexia nervosa (anoreksia) menjadi rasio tertinggi dan disusul dengan bulimia nervosa.
Berbeda dengan Yong Hye, Kim In Hye memilih jalan operasi dalam memenuhi standar kecantikan. Dia melakukan operasi plastik di usia 20 tahun. Matanya menjadi lebih dalam dan tajam. Wajahnya terlihat oval dan garis yang ada di lehernya tampak lembut.
Kekerasan yang Menyakitkan
Tak hanya membicarakan standar kecantikan, Han Kang turut membumbui alur cerita Vegetarian dengan membawa persoalan kekerasan seksual. Kim In Hye harus mengalami kekerasan seksual dalam rumah tangganya. Dia menjadi korban dari suaminya sendiri.
Kim In Hye adalah pebisnis yang sukses sekaligus seorang ibu rumah tangga. Dia menghabiskan waktunya dari pagi hingga sore di toko. Sementara suaminya, seorang seniman dan filmmaker. Namun, penghasilannya tak sebanyak Kim In Hye . Dirinyalah yang menopang kebutuhan keluarga sekaligus mendukung kebutuhan suaminya sebagai seniman.
Lebih lanjut, cerita menggambarkan bagaimana beban yang dihadapi Kim In Hye sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karier. Kondisi rumah tangga yang patriarki turut dilukiskan. Bagaimana semua pekerjaan rumah tangga hanya diselesaikan sendirian oleh Kim In Hye sebagai seorang istri dan ibu.
Proyek yang belakangan sedang digarap suaminya membuatnya jarang di rumah. Dia pergi saat Kim In Hye dan anaknya sudah tak ada di rumah dan pulang saat anak dan istrinya sudah terlelap. Kim In Hye kewalahan. Dia harus bekerja, mengurus anak, dan juga membereskan rumah sendirian. Tak jarang dia merasa frustasi. Ditambah lagi dia harus menjadi seorang caregiver. Dia mengurus adiknya yang mengidap anoreksia dan skizofrenia.
Lambat laun, Kim In Hye mulai frustasi. Anaknya pun mulai bertanya ke mana ayah mereka. Bak sial kejatuhan tangga, suaminya justru memaksanya memenuhi hasrat. Dia meraung, tapi tak kuasa melawan kekuatan suaminya. Dan begitu terus. Berulang kali.
Yong Hye pun menjadi sasaran hasrat suami Kim In Hye. Dengan memanfaatkan kondisi Yong Hye yang memiliki masalah psikologis, suami Kim In Hye tega melakukan kekerasan seksual kepada adik iparnya. Bahkan dia mengajak temannya untuk melakukan hal yang sama, bahkan merekamnya.
Kim yang mengetahui perilaku bejat suaminya segera menghukum dan memenjarakan suaminya tersebut. Dia begitu terpukul. Adiknya yang sedang tak berdaya itu harus mendapatkan penderitaan untuk kedua kalinya.
“Yang kamu lakukan itu… jahat. Tega berbuat begitu kepada anak yang mentalnya belum sembuh… kepada anak seperti itu! (h.144)”
Cerita kemudian lebih jauh mengisahkan kehidupan Kim In Hye sebagai single mother sekaligus korban kekerasan dalam rumah tangga. Trauma itu membekas. Dia menjadi insomnia. Sering kali dia juga terbangun karena mendengar perkataan suaminya. Perkataan yang mengantarkan Kim In Hye sebagai korban kekerasan seksual.
Tak hanya traumatis, kekerasan yang dialaminya juga meninggalkan luka di tubuhnya. Dia merasakan sakit yang hebat karena mengalami pendarahan berhari-hari lamanya. Kim In Hye sangat menderita. Sementara Yong Hye, kondisinya pun sama semakin parahnya. Dia tinggal di rumah sakit jiwa dengan tubuhnya yang tinggal kulit dan tulang belulang. Yong Hye tak mau makan apa pun barang hanya air minum saja.
Han Kang dengan berani mengisahkan kompleksitas kehidupan perempuan dalam rumah tangga. Dia merangkum semua penderitaan perempuan. Persoalan yang kerap dialami para perempuan di dalam masyarakat yang patriarki. Dari standar kecantikan, beban domestik, kekerasan seksual, kekerasan anak, hingga beratnya menjadi caregiver dibabatnya dalam satu karya.
Novel ini hanya cocok untuk semua kalangan, tapi tidak semua usia. Bahasanya yang santai, tidak bertele-tele, dan juga tidak banyak menggunakan frasa yang sukar akan sangat mudah untuk dipahami.
Bagi yang sedang mengalami kondisi psikis down dan bagi korban kekerasan seksual yang mungkin masih memendam trauma mendalam, harus mempertimbangkan untuk membacanya. Sebab ada beberapa cerita yang bisa saja membangunkan trauma atau pun memantik trigger.
Referensi
Lianawati, E. (2020). Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan. EA Books: Yogyakarta.
Mayo Clinic. (2024). Anorexia Nervosa. 9 Agustus 2024. Diakses pada laman https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anorexia-nervosa/symptoms-causes/syc-20353591
*Ulasan novel Korea Selatan berjudul The Vegetarian yang ditulis oleh Han Kang dan dialihbahasakan oleh Dwita Rizki menjadi Vegetarian (Tangerang Selatan: Penerbit Baca, 2021).
Suka dengan tulisan ini? Kamu bisa mengirimkan donasi kepada penulis agar penulis lebih semangat menulis 🙂








