Tawa Terakhir Seorang Jester

Aku berlutut tepat di tengah guillotine. Balok kayu gergaji gigantik ini intimidatif sekali. Pisau sebesar tubuhku yang menggantung di atas leherku siap melintas kapan saja dan memutus hubungan antara kepala dengan…

Menulis Kampung Sendiri

Hari yang biasa di kampung mengingatkannya pada bagaimana ia jarang memperhatikan lingkungan sekitar. Meskipun tumbuh di sana, ia merasa asing. Penulis mulai menyadari pentingnya merekam cerita kampung yang sering terabaikan dan bertekad untuk menuliskan pengalaman dan perubahan yang berlangsung di tempatnya, sebelum semuanya hilang.

Taman Stroberi

Sore hari, taman stroberi itu seperti baru saja mandi memakai sabun paling wangi yang pernah ada di muka Bumi ini. Terdengar dilebih-lebihkan memang, tapi sumpah, tempat ini sedang indah-indahnya. Langitnya jingga…

Menggali Kubur yang Telah Subur

Aku pertama kali menggali kubur itu ketika usiaku sembilan tahun. Pagi itu tanah masih menyimpan dingin dari hujan semalam. Kakiku kotor oleh lumpur yang lengket, tetapi aku tidak peduli. Sekop kecil…

Molo dan Rahasia Tanah Timor

Musim kemarau telah tiba saat aku pertama kali menginjakkan kaki di tanah Timor. Hamparan rumput kering di bawah sayap pesawat seolah mengamini perkataan teman kuliahku yang selalu bangga menyebut dirinya Atoin…

Mengenyam Kepedihan

Pada pagi yang belum sepenuhnya merekah, seperti biasanya Bandi telah siap dengan peralatan yang melekat di tubuh cekingnya yang nantinya akan menunjang pencahariannya sebagai seorang petani hari itu. Dia mulai melangkah…