YOGYAKARTA — Yayasan Biennale Jogja meresmikan pameran arsip bertajuk Sambung Sumambung dalam salah satu rangkaian acara Kenduri Setali Laku di Kampoeng Mataraman pada Jumat (2/10/26). Pameran ini dikuratori oleh Santissima Borromeu yang menjadi salah satu peserta Program Laboratorium Kurator Biennale Jogja: Asana Bina Seni. Kerja-kerja untuk menyambung sekaligus merawat pengetahuan dan narasi lokal melalui teknik-teknik pengarsipan menjadi tema yang diusung dalam pameran ini.
Pameran arsip Sambung Sumambung ini berupaya untuk menyambung hubungan antar seniman, komunitas, dan warga desa yang pernah terlibat dalam rangkaian acara Biennale Jogja selama beberapa tahun terakhir, khususnya di daerah Panggungharjo dan Bangunjiwo. Karya-karya seni yang sudah pernah dipamerkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir kembali dipresentasikan di ruangan pameran melalui berbagai macam cara.
“Judul dari pameran ini Sambung Sumambung yang artinya saling menyambung dan berkelanjutan. Dalam pameran ini, kami ingin mencoba mempertemukan kembali seniman-seniman dan komunitas-komunitas desa yang pernah berkolaborasi dengan acara Biennale Jogja, terkhususnya daerah Panggungharjo dan Bangunjiwo. Karya-karya yang telah dipamerkan selama lima tahun terakhir kemudian dipresentasikan ulang sebagai wadah untuk menyambung silaturahmi dan kebersamaan antar seniman, warga, dan komunitas,” jelas Santissima Borromeu saat ditemui di ruang pameran sore itu.
Salah satu karya yang dipresentasikan kembali pada pameran arsip Sambung Sumambung adalah karya dari Ma’rifatul Latifah yang berisi arsip dari dokumentasi atau foto yang menangkap kegiatan-kegiatan warga maupun komunitas di Panggungharjo selama satu bulan ia menjalani program inkubasi yang diselenggarakan oleh Asana Bina Seni. Selain itu, Ma’rifatul juga menuliskan sebuah catatan yang berisi riset dari keseharian ibu-ibu di daerah Panggungharjo.
Editor: Benediktus Fatubun
Hai, SAM ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah membacanya sampai akhir.
Jika kamu suka dan mendapat sesuatu dari tulisan ini, mari kita apresiasi penulisnya dengan klik link di bawah ini:








