Aksi Agustus Gelap, Pengemudi Ojol Desak Pemerintah Terbitkan UU Transportasi Online

Penulis

YOGYAKARTA — Puluhan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Wadah Komunitas Antar Driver Aktif (Wakanda) menggelar aksi unjuk rasa Agustus Gelap di Bundaran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada Kamis, 28 Agustus 2026. Dalam aksi tersebut, Wakanda mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan dan mengesahkan Undang-Undang Transportasi Online serta menaikkan tarif bersih bagi pengemudi ojek online (ojol).

Bergerak bersama Aliansi Rakyat Memanggil, Forum Cik Ditiro, Beranda Migran, Ibu Berisik, hingga Aliansi Mahasiswa, Wakanda menjadikan isu transportasi online sebagai salah satu poin utama dalam aksi lintas elemen ini. Selain penyesuaian tarif, pengemudi mendesak adanya aturan terkait pengantaran makanan dan barang, fasilitas akses parkir, serta ruang koordinasi antara pemerintah, perusahaan aplikasi, dan pengemudi. Regulasi tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum serta perlindungan kerja bagi pengemudi di lapangan.

Khusus di wilayah Yogyakarta, pengemudi juga menyoroti masalah fasilitas pendukung dengan meminta kemudahan akses parkir di titik strategis seperti Stasiun Maguwo dan Transmart. Tuntutan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi pengemudi tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga kondisi kerja dan akses terhadap fasilitas pendukung pekerjaan.

“Ada 6 tuntutan umum dan tuntutan utama dari kami pengemudi ojol, segera sahkan atau wujudkan UU Transportasi Online, regulasi pengantaran makanan dan barang, kenaikan tarif bersih pengemudi roda dua (R2) dan roda empat (R4). Khusus di Jogja, kemudahan parkir untuk driver ojol di Stasiun Maguwo dan Transmart,” ujar Koordinator Lapangan Wakanda, Rie. 

Seruan tersebut tidak hanya bergema melalui orasi perwakilan komunitas di lapangan, tetapi juga disampaikan melalui deretan poster dan spanduk yang dibentangkan peserta aksi. Beberapa spanduk secara tegas meminta pemerintah untuk segera menerbitkan undang-undang transportasi online, sementara seruan lainnya menuntut kenaikan tarif bersih bagi para pengemudi. 

Aksi tersebut menjadi bentuk penegasan pengemudi ojol terhadap sejumlah persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Melalui aksi tersebut, Wakanda meminta pemerintah tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga segera menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan.


Editor: Patricius Sulistya Eka Apira Yogayudha


Hai, SAM ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah membacanya sampai akhir.
Jika kamu suka dan mendapat sesuatu dari tulisan ini, mari kita apresiasi penulisnya dengan klik link di bawah ini:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *