NGAGLIK, YOGYAKARTA — Rangkaian acara Jakal Bookshop Festival pada hari ke delapan menggelar sebuah diskusi buku berjudul Merdeka 100% salah satu karya dari Bapak Republik Indonesia, Tan Malaka. Diskusi bedah buku diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus, 2026 di pelataran Mojok Store, Ngaglik, Yogyakarta. Adi Setiawan sebagai moderator dan Wildan Sena Utama sebagai narasumber sekaligus dosen Sejarah UGM hadir untuk bersama-sama mengupas lebih dalam buku ini.
Wildan Sena Utama sebagai narasumber membagikan pemahamannya tentang konsep Merdeka 100% yang dicetuskan oleh Tan Malaka. Menurutnya, Tan Malaka membagi kerangka pemikiran merdeka 100% menjadi tiga konsep yaitu secara politik, ekonomi, dan strategi. Dalam konsep politik, lanjutnya, Tan Malaka berpendapat bahwa kemerdekaan bukan hanya dicapai secara formal dan politik seperti proklamasi tahun 1945, tetapi juga kedaulatan ekonomi yang seharusnya berada di tangan rakyat.
Wildan menjelaskan, pada konsep ekonomi, Tan Malaka mencetuskan tentang rencana ekonomi berjuang yang mempunyai tujuan untuk menghidupi masa perang revolusi dengan kemandirian pangan dan distribusi pangan yang merata. Selain itu, menurut Wildan, Tan berpesan masyarakat harus menguasai pertukaran barang sebelum menguasai alat-alat produksi atau industri. Selanjutnya, pada konsep strategi, Tan Malaka mengungkapkan bahwa masyarakat harus melakukan perang gerilya dalam jangka waktu yang lama sebelum menempuh jalur diplomasi dengan pihak kolonial yang menurutnya mustahil dilakukan jika mereka masih ingin menguasai Negara Indonesia.
“Konsep pertama yang dicetuskannya adalah politik, kemerdekaan secara 100% bukan hanya kemerdekaan formal dan politik seperti deklarasi tahun 1945, tetapi juga merdeka secara ekonomi dimana kedaulatan ekonomi harus berada di tangan rakyat. Setelah itu, ia mengungkapkan konsep kedua yaitu ekonomi dimana rencana ekonomi berjuang untuk menghidupi masyarakat selama perang revolusi dengan kemandirian pangan dan distribusi pangan yang merata. Konsep terakhir yang dikemukakannya adalah strategi perang gerilya yang dilakukan dalam waktu yang lama karena kita tidak akan bisa mencapai kemerdekaan dengan cara diplomasi atau berkompromi dengan pihak kolonial jika mereka masih ingin menguasai negara Indonesia,” jelasnya sore itu sebagai sejarawan sekaligus dosen ketika memaparkan pemikiran Tan Malaka.
Buku Merdeka 100% yang menjadi salah satu tulisan berpengaruh Tan Malaka ini dapat memberikan sebuah sudut pandang yang berbeda dan lebih mendalam untuk memaknai kemerdekaan di negara Indonesia, khususnya pada masa kini.
Editor: Benediktus Fatubun
Hai, SAM ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah membacanya sampai akhir.
Jika kamu suka dan mendapat sesuatu dari tulisan ini, mari kita apresiasi penulisnya dengan klik link di bawah ini:








