Parade Sastra JBS: Saut Situmorang Sampaikan Kritik Residensi Tiongkok dan Laporan Pemulihan Kesehatan

Penulis

BANTUL — Kedai Jual Buku Sastra (JBS) menyelenggarakan pembukaan Parade Sastra JBS 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada Jumat (11/9/2026) hingga Sabtu (12/9/2026) di Kabupaten Bantul. Rangkaian hari pertama kegiatan tersebut menghadirkan penulis Saut Situmorang sebagai narasumber utama dalam sesi diskusi bertajuk “Oleh-oleh dari China”. Acara bincang sastra yang dipandu oleh moderator Indrian Koto ini membedah pengalaman sang narasumber selama mengikuti program residensi kepenulisan di Kota Shenzhen, Tiongkok. Agenda pemaparan ini membuka rangkaian festival literasi yang mendapatkan dukungan pendanaan dari program Penguatan Komunitas Sastra 2026 Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Dalam forum tersebut, Saut memaparkan bahwa rencana awal program residensi berdurasi dua bulan harus terpotong akibat gangguan kesehatan pada organ paru-parunya. Penulis tersebut menghabiskan waktu satu bulan pertama untuk mengikuti berbagai agenda kegiatan sebelum akhirnya terpaksa menjalani perawatan medis pada bulan kedua. Berdasarkan data laporan donasi publik, ia sempat menerima penanganan di Rumah Sakit Sun Yat-Sen Tiongkok sejak tanggal 7 hingga 24 Agustus 2026. Ia kemudian diterbangkan kembali ke Indonesia pada tanggal 25 Agustus 2026 dengan pendampingan langsung dari relawan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok.

Selain memaparkan kondisi kesehatannya, narasumber juga melontarkan kritik terhadap pihak penyelenggara residensi terkait ketidaksesuaian tugas peserta selama menjalani program di negara tersebut. Ia menyoroti adanya instruksi dari pihak komite yang menuntut para peserta untuk menulis laporan mengenai kemajuan infrastruktur kota. 

“Kita ini sastrawan, tapi di sana malah disuruh meliput kota layaknya seorang jurnalis,” ujar Saut saat menjelaskan penugasannya kepada audiens diskusi. 

Ia menegaskan bahwa penugasan peliputan kemajuan wilayah merupakan ranah pekerjaan pers dan tidak relevan dengan kapasitas peserta sebagai sastrawan.

Pasca kepulangannya ke tanah air, sastrawan tersebut sempat menjalani perawatan medis lanjutan di Rumah Sakit AMC Yogyakarta dari tanggal 28 hingga 31 Agustus 2026. Koordinator donasi saat ini menempatkan Saut di sebuah penginapan kawasan Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, untuk menjalani masa pemulihan penuh di bawah pengawasan rekan-rekannya. Penggalangan dana publik untuk biaya pengobatan tokoh literasi ini telah ditutup pada tanggal 9 September 2026 dengan total pemasukan mencapai angka Rp 280.051.169. Seluruh sisa dana sebesar Rp 90.960.485 kini dipegang oleh pihak koordinator untuk melunasi sisa tagihan rumah sakit di Tiongkok serta menunjang kebutuhan pemulihan pasien.


Editor: Benediktus Fatubun


Hai, SAM ingin mengucapkan terima kasih karena kamu sudah membacanya sampai akhir.
Jika kamu suka dan mendapat sesuatu dari tulisan ini, mari kita apresiasi penulisnya dengan klik link di bawah ini:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *