Opera Negativa: Kutukan Periode Kedua — Wisnu Nugroho

Setelah semua topeng copot, yang tersisa cuma panggung kosong. Sunyi. Topeng antikorupsi rontok saat elit Demokrat di semua lini merampok bersama-sama saat kekuasaan ada di tangan. Di titik nol ini, kekuasaan yang nyaris roboh memainkan opera negativa. Skandal tidak diselesaikan tetapi dipakai buat pijakan menegakkan nilai yang sejatinya sudah roboh. Baudrillard menyebutnya sebagai sandiwara pengelabuan.

Buku ini membedah opera negativa sejak pemilu 2004 dan nyata terjadi hingga hari ini menggunakan skandal. Kita kerap menyebutnya sebagai pengalihan isu. Ini bukan buku politik. Ini panduan memahami opera negativa dan membongkarnya. Opera negativa tidak menghadirkan pahlawan tetapi penonton yang melek. Saat topeng sudah rontok dan penonton melek, pilihan ada di tangan kita: melawan atau ikut dalam opera!

Penulis: Wisnu Nugroho

Penyunting: Biko Nabih Fikri Zufar

vi+124, 14×20 cm

Bookpaper, softcover

Penerbit Semut Api

Yogyakarta, Indonesia

Link pembelian: OPERA NEGATIVA: Kutukan Periode Kedua – Wisnu Nugroho – Multitude

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *